Jumat, 07 Oktober 2011

Telematika

Pada postingan kali ini saya mencoba untuk menyajikan tulisan beraliran teknis. Kali ini saya ingin berbicara tentang “Telematika”. Mungkin dari sekian rekan blog-walker sudah cukup tahu mengenai istilah telematika ini. Blogging pun juga termasuk salah satu contoh teknologi telematika itu sendiri.

Jadi, apa sih telematika itu ??
Dari berbagai situs berita dan artikel majalah online, saya menemukan beberapa informasi tentang seluk-beluk telematika hingga perkembangannya hingga saat ini. Istilah telematika itu sendiri merupakan adopsi dari bahasa asing.

A. Teori/Konsep Telematika 
Berasal dari bahasa Perancis “Telematique” (dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe). Pengantar MK. Hukum Telematika FH UI, istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital/the net. Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, Teknologi Telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media dan informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE = telekomunikasi, MA = multimedia dan TIKA = informatika. Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika indonesia (MASTEL), Telematika berarti perpaduan/pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global/GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluuruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung/ komunikasi interaktif. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut :
1. Telematika adalah sarana teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik dengan sistem digital melalui media elektromagnetik.
2. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data/kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
3. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet) dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu/dinas khusus (intranet).

Lalu, apa saja contoh penerapan telematika itu sendiri ??
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang di berbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya.

B. Contoh-contoh dari Telematika
Contoh Ragam bentuk telematika :
1. E-government, dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya. Tim tersebut memiliki beberapa target. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online/e-government dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan internasional. Pemerintahan tingkat propinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, Dki Jakarta dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-government, antara lain profil wilayah/instansi, data statistik, surat keputusan dan bentuk interaktif lainnya.
2. E-commerce, prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs/web, membuat pesanan/kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim. Luas wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (software), perbankan, perpajakan dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine-Anjungan Tunai Mandiri, bahkan membeli pulsa.
3. E-learning, globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web/situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Peranan web kampus/sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid/mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Hampir seluruh kampus di Indonesia dan beberapa sekolah menengah atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.

Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Diluar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System) / sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G dan kini 4G, kompas digital, sistem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara serta teleconference.
Contoh layanan telematika itu sendiri adalah :
1. Layanan Informasi, layanan ini menyatukan sistem komunikasi dengan kendaraan seperti mobil untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Contoh : telematika terminal, jasa pelayanan internet dan informasi lalu lintas terbaru.
2. Layanan Keamanan, layanan ini memberikan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi jika sesuatu berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
3. Layanan Context-Aware dan Event base, dalam ilmu komputer terdapat pernyataan bahwa perangkat komputer mempunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalamnya. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah “context awareness”. Context awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan pengguna network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Contoh : ketika seorang user sedang mengadakan acara pesta ulang tahunnya, maka context aware pada mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan acara ulang tahun dan akan menolak semua panggilan telepon yang tidak berkaitan dengan acara tersebut.

Berikut ini adalah contoh pemanfaatan dari telematika adalah :
1. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari the library of congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2. Surat Elektronik (email) Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3. Ensiklopedia Sebagian perusahaan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar bahkan gerakan. Data informasi yang terkandung dalam ensiklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedia elektronik dapat diperbaharui.
4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronik (Digital) Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tidak menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun non formal dalam suatu cyber system.
6. Pengelolaan Sistem Informasi Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah/laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket/CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik dapat dikelola dalam suatu sistem karena memuat hal-hal yang mutakhir.
7. Video Teleconference Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa/mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial. Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan/tidaknya potensi teknologi telematika, antara lain adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.

C. Perkembangan Telematika saat ini
Hal yang di dapat dari perkembangan telematika saat ini adalah “Telematika Meningkat Keselamatan Berkendara”.

Keselamatan Aktif dan Pasif
Dalam hal fitur keselamatan kendaraan, istilah aktif dan pasif memiliki arti yang bertentangan dari yang sebenarnya. Istilah aktif biasa merujuk pada bagaimana cara mencegah timbulnya kecelakaan dan istilah pasif merujuk pada kemampuan struktur kendaraan dalam melindungi penumpang di dalamnya ketika terjadi kecelakaan. Namun, kedua istilah tersebut juga menggambarkan keterlibatan fungsi perangkat/sistem keselamatan pada kendaraan berpenumpang. Dengan pengertian tersebut, perangkat dan sistem keselamatan aktif adalah fitur-fitur yang harus diaktifkan terlebih dahulu oleh penumpang agar dapat berfungsi dan bekerja, seperti memasang sabuk pengaman. Sedangkan perangkat dan sistem keselamatan pasif, contohnya air bag merupakan fitur keselamatan yang bekerja tanpa memerlukan adanya masukkan/tindakan dari penumpang. Jadi, penggunaan istilah aktif dan pasif yang bertentangan muncul dari pengertian bahwa perangkat dan sistem keselamatan pasif yang tidak memerlukan masukkan/tindakan dari penumpang dapat bekerja dengan sendirinya secara aktif. Para pakar keselamatan kendaraan umumnya berhati-hati dalam menggunakan istilah aktif dan pasif untuk menghindari kebingungan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, penerapan teknologi dalam produksi kendaraan terus ditingkatkan. Produsen mobil memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan produk yang lebih aman, nyaman dan mudah dikendarai. Salah satu alat yang memanfaatkan teknologi untuk peningkatan keselamatan berkendara adalah global positioning system (GPS).

Global Positioning System
GPS merupakan perangkat elektronik yang populer terdapat pada mobil dalam beberapa tahun terakhir ini. GPS memanfaatkan teknologi telematika untuk dapat berfungsi sebagai alat navigasi elektronik. Perangkat tersebut menggunakan satelit untuk memantau lokasi kendaraan anda, sehingga dapat menuntun anda ke tempat tujuan tanpa perlu tersesat. Selain memandu anda berkendaraan di wilayah yang masih asing, GPS juga memiliki manfaat lainnya yang dapat membantu anda berkendara dengan lebih aman. Berikut diantaranya.

Aman saat berkendara dalam cuaca buruk
hujan lebat dan kabut yang pekat membuat berkendara menjadi berbahaya dan nayaris tidak mungkin, terlebih bila anda tidak yakin dengan arah yang anda tuju. Saat anda tidak dapat menemukan jalan yang anda inginkan, anda akan menjadi pengendara yang bingung dan kurang waspada. GPS membantu anda untuk tetap berada di jalur yang tepat dengan cara menunjukkan pada anda akan adanya belokan, tanjakan dan turunan/pun persimpangan jalan.

Meningkatkan keamanan saat berkendara malam hari
Salah satu manfaat terbaik dari GPS adalah kenyataan bahwa alat tersebut bisa memberi anda peringatan lebih terhadap jalan pada malam hari dan pada kondisi jarak pandang yang rendah. GPS akan menginformasikan anda mengenai kondisi jalan di depan anda jauh sebelum anda bisa melihatnya sendiri.

Memberi anda arah yang tepat dalam situasi darurat
Situasi darurat bisa jadi hal yang menakutkan bagi anda dan penumpang anda, terlebih bila anda tidak yakin ke mana anda harus pergi untuk mengatasi situasi tersebut. GPS mampu mengarahkan anda ke lokasi terdekat di mana terdapat bantuan. Kebanyakan sistem GPS telah dilengkapi dengan fitur yang dapat memberi anda arah ke pos polisi/rumah sakit terdekat.

Perkembangan telematika di Indonesia saat ini sudah sangat baik dan respon dari masyarakat indonesia sendiri terhadap kemajuan teknologi telematika dirasa cukup mendukung. Seperti halnya dalam dunia kerja saat ini, para lulusan-lulusan dari universitas di harapkan mampu dan menguasai komputer untuk menunjang pekerjaan. Lalu dalam kehidupan sehari-hari, sekarang ini jarang sekali kita jumpai rakyat indonesia yang tidak mempunyai handphone, baik untuk sekedar komunikasi/untuk menghibur diri dengan aplikasi-aplikasi yang ada seperti chating dan mainan-mainan yang di support oleh java. Masyarakat kalangan menengah kebawah saja sudah bisa dipastikan mempunyai minimal 1 handphone, baik yang fitur biasa-biasa saja maupun yang berfitur lengkap. Seperti disertai kamera 3G, aplikasi-aplikasi pendukung lainnya dan juga wi-fi. Dengan adanya pembahasan di atas kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut teknologi telematika. Dan saat ini perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Referensi :
http://e-majalah.com/0508sucipto.html
http://hakusensha.blogspot.com/2010/11/arsitektur-dan-service-pada-telematika.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar